Mahasiswa UNSIQ Lolos Pendanaan P2MW 2026 Lewat Inovasi “SPLASHING ABILITY”
Kembali ke Berita
UmumKegiatan MahasiswaKompetisiPengabdian

Mahasiswa UNSIQ Lolos Pendanaan P2MW 2026 Lewat Inovasi “SPLASHING ABILITY”

23 May 2026 Admin Kemahasiswaan
Universitas Sains Al-Qur’an Jawa Tengah di Wonosobo (UNSIQ) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui lolosnya pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 dengan judul usaha “SPLASHING ABILITY”. Program ini mengusung pemberdayaan penyandang disabilitas Desa Maron melalui ekonomi berbasis komunitas untuk menciptakan brand batik ciprat yang inovatif dan berdaya saing. Keberhasilan tersebut menjadi bukti komitmen mahasiswa UNSIQ dalam menghadirkan inovasi kewirausahaan yang berdampak sosial bagi masyarakat.

Universitas Sains Al-Qur’an Jawa Tengah di Wonosobo (UNSIQ) kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui keberhasilan mahasiswa dalam memperoleh pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2026. Tim mahasiswa UNSIQ berhasil lolos pendanaan melalui program berjudul “SPLASHING ABILITY: Optimalisasi Penyandang Disabilitas Desa Maron Melalui Ekonomi Berbasis Komunitas Untuk Menciptakan Brand Batik Ciprat Yang Inovatif dan Berdaya Saing”.

P2MW merupakan program dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang bertujuan mendorong pengembangan kewirausahaan mahasiswa melalui penguatan usaha, inovasi bisnis, serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam menciptakan wirausahawan muda yang kreatif, mandiri, dan mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

Melalui program SPLASHING ABILITY, mahasiswa UNSIQ menghadirkan inovasi pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas di Desa Maron melalui pengembangan usaha batik ciprat berbasis komunitas. Batik ciprat sendiri merupakan salah satu karya seni khas yang memiliki nilai kreativitas tinggi dan sering menjadi media pemberdayaan bagi penyandang disabilitas karena proses pembuatannya dapat dilakukan secara inklusif dan kolaboratif.

Tim P2MW UNSIQ diketuai oleh Lilis Yuliani dari Program Studi Ilmu Politik dengan anggota Dafiqul Fariq Azafil Khariri, Naelah Dwi Alfina, Istiya ’Ul Karimah, dan Novia Ramadhani. Program ini dibimbing oleh dosen pendamping Dwian Hartomi Akta Padma Eldo, M.I.P.

Keberhasilan lolos pendanaan P2MW 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa UNSIQ tidak hanya mampu menghadirkan inovasi bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial melalui konsep kewirausahaan berbasis pemberdayaan masyarakat. Program ini diharapkan mampu membantu meningkatkan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas sekaligus memperluas daya saing produk batik ciprat lokal agar lebih dikenal masyarakat luas.

Selain fokus pada pengembangan produk, tim juga mengusung pendekatan ekonomi berbasis komunitas dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses produksi, promosi, hingga penguatan identitas brand batik ciprat. Pendekatan tersebut menjadi nilai tambah yang memperkuat aspek keberlanjutan program.

Pihak universitas turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut dan berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi, mengembangkan kreativitas, serta menghadirkan program kewirausahaan yang berdampak positif bagi masyarakat.

Keberhasilan ini sekaligus mempertegas komitmen UNSIQ sebagai kampus yang mendukung pengembangan inovasi mahasiswa, kewirausahaan sosial, serta pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan.