Forum Diskusi HES Insight Series 2 HMP Hukum Ekonomi Syariah "Rupiah Tembus Rp18.000, Apakah Ekonomi Kita Aman?"
Wonosobo, 10 Juni 2026
Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syari’ah Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) kembali menyelenggarakan diskusi rutin yang dilaksanakan setiap hari Rabu sebagai salah satu upaya untuk menumbuhkan budaya akademik di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan membahas berbagai isu serta perkembangan yang relevan dengan kondisi masa kini.
Pada pertemuan kali ini, diskusi mengangkat tema “Rupiah Tembus Rp18 Ribu: Apakah Ekonomi Kita Aman?” Materi disampaikan oleh Maulana Irwan Mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah Semester VI. Pemateri memaparkan materi secara terperinci dan memantik diskusi terbuka serta sesi tanya jawab. Peserta terlihat antusias dalam menyampaikan pendapat dan memberikan analisis kritis terhadap tema yang diangkat.
“Rupiah Tembus Rp18 Ribu: Apakah Ekonomi Kita Aman?”
Sebelum lebih jauh membahas perihal pelemahan rupiah yang terjadi saat ini di indonesia. Kita bahas terlebih dahulu mengenai pengantar dasar ekonomi. Hal ini tentu tidak luput dari persoalan ekonomi dalam masyarakat. Secara bahasa ilmu ekonomi itu berasal dari bahasa yunani yaitu Ecoi berarti rumah tangga dan Nomos berarti aturan atau tata kelola.
Adapun secara penjabaranya lebih umum ilmu ekonomi adalah suatu hal yang terjadi bermula dari sumber daya (SD) yang terbatas dan keinginan manusia yang tidak ada habisnya, serta adanya aktivitas untuk mencapai kesejahteraan. Sehingga hal ini mengakibatkan adanya scarecity (kelangkaan) dimana kondisi sumber daya yang terbatas dan juga oportunity (pilihan) kondisi keinginan manusia yang tidak ada habisnya.
Hal tadi dapat memicu munculnya 3 masalah pokok ekonomi dan juga 3 konsep sistem ekonomi sebagai berikut.
Masalah yang terjadi:
Apa yang di produksi?
Bagaimana cara memproduksi?
Untuk siapa produksi ini?
Sistem yang harus kita pahami
Ekonomi pasar (liberal)
Ekonomi komando (terpusat)
Ekonomi campuran
Selanjutnya, pembahasan yang paling kursial pada kesempatan kali ini yaitu mengapa nilai rupiah itu melemah? Faktor apa yang mempengaruhi? Apakah karna faktor internal yang ada dalam negara tercinta ini atau justru karna faktor external seperti geopolitik yang terjadi di berbagai belahan dunia? Daripada bingung dan menimbulkan sepekulasi yang tidak sesuai dengan fakta mari kita kaji bersama-bersama mengenai faktor apa yang mempengaruhi melemahnya rupiah di indonesia.
Faktor global: dimana kondisi mata uang dolar yang menguat, terjadinya perang di beberapa negara seperti halnya (iran, israel dan amerika) selain itu terjadinya geopolitik diberbagai belahan dunia.
Faktor domestik: IHSG kebanyakan insvestor menilai suatu negara itu dari konsep IHSG nya dimana jika suatu negara memiliki banyak insvestor yang masuk maka naik lah nilai mata uang dan sebaliknya jika suatu negara memiliki sedikit insvestor yang masuk maka melemahlah nilai mata uang negara tersebut.
Faktor trust (kepercayaan): jadi faktor kepercayaan juga bisa mempengaruhi harga nilai tukar rupiah melemah, contoh sederhananya Makanan Bergizi Gratis (MBG), sekarang ini hal yang sangat kursial itu adalah di tetapkanya tersangka kepala badan gizi nasional yang melakukan korupsi, serta dibangunnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Hal ini sangat mempengaruhi kepercayaan para investor terhadap pengelola Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak baik dan juga berangapan bahwa tata kelola ekonomi di indonesia tidak setabil.
Adapun hal-hal yang menjadi dasar terjadinya inflansi dan menurunya nilai tukar rupiah:
Melemahnya nilai tukar rupiah karena kehilangan investor.
Terjadinya inflasi karena naiknya harga pasar yang menyeluruh di berbagai daerah.
Pesan dari pemateri untuk mengantisipasi melemahnya nilai mata uang Rupiah dapat dimulai dari diri kita sendiri dengan belajar mengelola keuangan pribadi secara bijak, lalu berlanjut ke negara yaitu dengan memperbaiki citra indonesia dimata investor serta menghilangkan program-program yang menjadi penyebab yang membuat indonesia kehilangan kepercayaan para investor.
Melalui kegiatan ini, HMP Hukum Ekonomi Syari’ah UNSIQ berupaya membangun budaya akademik yang aktif dan produktif di kalangan mahasiswa. Diskusi yang berlangsung secara terbuka menjadi wadah bagi peserta untuk bertukar gagasan, mengasah kemampuan berpikir kritis, serta meningkatkan keberanian dalam menyampaikan pendapat dengan tetap menghormati pandangan orang lain. Selain memperkaya wawasan keilmuan, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian sosial dan kemampuan analisis yang lebih mendalam. Kedepannya, program diskusi rutin ini akan terus dilaksanakan dengan mengangkat tema-tema yang beragam, aktual, dan relevan dengan perkembangan isu di masyarakat.



