Selamat dan Sukses Lolos Program Nasional PPK Ormawa 2025: Smart Farming untuk Peningkatan Produktivitas Petani Kentang di Kejajar
Wonosobo, 25 Juli 2025 — Mahasiswa Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2025 melalui program inovatif bertajuk “Smart Farming Berbasis Aeroponik dan Deteksi Kesuburan Tanah untuk Peningkatan Produktivitas Petani Kentang di Kejajar”. Program ini digagas oleh tim mahasiswa BEM Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) yang dipimpin oleh Gusti Ilman Prayoga (Teknik Sipil) bersama tim lintas disiplin, di bawah bimbingan Prof. Dr. Hermawan, S.T., M.M., M.T.
Program ini akan diimplementasikan di wilayah Kejajar, Kabupaten Wonosobo, sebagai salah satu sentra produksi kentang yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan efisiensi lahan, penggunaan air, serta minimnya pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pertanian. Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa menghadirkan solusi berbasis smart farming yang mengintegrasikan teknologi modern dengan kebutuhan riil petani.
Keunggulan utama (competitive advantage) dari program ini terletak pada integrasi dua teknologi strategis, yaitu sistem aeroponik dan deteksi kesuburan tanah berbasis data. Teknologi aeroponik memungkinkan budidaya tanaman tanpa tanah dengan efisiensi tinggi, penggunaan air yang lebih hemat, serta pertumbuhan tanaman yang lebih optimal. Sementara itu, sistem deteksi kesuburan tanah memberikan informasi akurat mengenai kondisi tanah, sehingga petani dapat mengambil keputusan berbasis data dalam pengelolaan lahan. Kombinasi ini menciptakan pendekatan pertanian yang lebih presisi, adaptif, dan berkelanjutan dibandingkan metode konvensional.
Lebih dari sekadar inovasi teknologi, program ini dirancang dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung. Mahasiswa tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga melakukan pendampingan intensif, pelatihan, serta transfer pengetahuan kepada petani agar mampu mengoperasikan dan mengembangkan sistem secara mandiri. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas hasil panen, tetapi juga membangun kapasitas dan kemandirian petani dalam jangka panjang.
Dampak yang diharapkan dari program ini meliputi peningkatan hasil produksi kentang, efisiensi biaya operasional, serta terbukanya peluang inovasi pertanian berbasis teknologi di tingkat desa. Selain itu, program ini juga berkontribusi dalam menciptakan ekosistem pertanian modern yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan lokal.
Bagi mahasiswa, keberhasilan ini menjadi ruang aktualisasi dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan ke dalam solusi nyata, sekaligus mengembangkan kompetensi di bidang teknologi, riset terapan, kepemimpinan, dan kerja tim. Hal ini sejalan dengan komitmen UNSIQ dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan capaian ini, UNSIQ semakin menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang inovatif, solutif, dan berorientasi pada kebermanfaatan. Program Smart Farming ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian berkelanjutan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan masyarakat.

