Mahasiswa UNSIQ Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2025 melalui Program Griha Litera: Wujudkan Desa Banjar Cerdas Berbasis Literary Edupreneur
Wonosobo, 25 Juli 2025 — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo dengan keberhasilan lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2025. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen UNSIQ dalam mendorong mahasiswa untuk berkontribusi aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui program inovatif dan berkelanjutan.
Tim mahasiswa berhasil memperoleh pendanaan melalui program bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Literary Edupreneur melalui Program Griha Litera untuk Mewujudkan Desa Banjar Cerdas” yang dibimbing oleh Desty Putri Hanifah, M.Pd. Program ini mengusung pendekatan integratif antara literasi dan kewirausahaan sebagai solusi strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Tim pelaksana dipimpin oleh Hania Kholifatul Lukmana (PGMI) bersama anggota yang terdiri dari Rifan Khasani (PAI), Ikhsan Bahaudin (PGMI), Febrian Karunadiah Putri (PGMI), Ahmad Fathurrohman (PAI), Suprihatin (PGMI), Fedrico Amarki S (PGMI), Adityas Firmansah (PGMI), Ahmad Rifki Maulana Adi Saputra (PGMI), Aditya Yoga Syahputra (PGMI), Firza Hardyn Aira Zahra (PIAUD), Asty Agustin (PIAUD), Annisa Qurrota ‘Yuni (PGMI), dan Brilliana Waliyati Rizqi (PIAUD). Kolaborasi lintas bidang ini menjadi kekuatan utama dalam merancang program yang komprehensif dan berdampak.
Konsep Literary Edupreneur yang diusung menjadi keunggulan utama (competitive advantage), yaitu menggabungkan penguatan budaya literasi dengan pengembangan jiwa kewirausahaan masyarakat. Melalui Program Griha Litera, masyarakat tidak hanya didorong untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan potensi ekonomi berbasis literasi, seperti produksi konten edukatif, usaha kreatif, hingga pengelolaan ruang belajar komunitas.
Pendekatan ini menjadikan literasi tidak hanya sebagai kemampuan dasar, tetapi juga sebagai motor penggerak pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat. Dengan demikian, program ini mampu menciptakan dampak berkelanjutan, baik dalam peningkatan kualitas pendidikan maupun kesejahteraan masyarakat Desa Banjar.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi capaian prestasi mahasiswa di tingkat nasional, tetapi juga menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, program ini juga mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) UNSIQ dalam aspek inovasi dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui capaian ini, UNSIQ semakin menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi unggul yang mampu mencetak mahasiswa berkarakter, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Diharapkan, Program Griha Litera dapat menjadi model pemberdayaan yang inspiratif dan berkelanjutan dalam mewujudkan Desa Banjar sebagai desa cerdas yang literat, mandiri, dan produktif.

