Dekonstruksi Hegemoni Pendidikan: Akulturasi Pendidikan dan Budaya sebagai Kritik terhadap Komersialisasi Pendidikan Berlandaskan Nilai-Nilai Aswaja

Wonosobo, 22 April 2025 - Pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo periode 2025–2026 tidak sekadar menjadi agenda seremonial pergantian kepengurusan, melainkan momentum reflektif dalam merumuskan arah gerakan mahasiswa yang lebih kritis, humanis, dan berakar pada nilai-nilai keislaman. Mengusung semangat dekonstruksi hegemoni pendidikan, kegiatan ini menjadi ruang dialektika untuk menegaskan kembali peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah dinamika pendidikan yang semakin terkomersialisasi.
Dalam konteks tersebut, pelantikan BEM UNSIQ menghadirkan gagasan penting mengenai akulturasi antara pendidikan dan budaya sebagai bentuk kritik terhadap praktik komersialisasi pendidikan yang cenderung mengabaikan nilai-nilai moral dan kearifan lokal. Mahasiswa tidak hanya diposisikan sebagai objek sistem pendidikan, tetapi sebagai subjek aktif yang mampu mengonstruksi paradigma pendidikan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) menjadi landasan utama dalam gerakan ini, yang menekankan prinsip tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i’tidal (adil). Dalam pelantikan tersebut, pengurus BEM yang baru diharapkan mampu menginternalisasikan nilai-nilai tersebut dalam setiap program kerja, sehingga mampu menghadirkan gerakan mahasiswa yang tidak hanya kritis terhadap sistem, tetapi juga solutif dan konstruktif dalam menjawab tantangan zaman.
Secara substantif, pelantikan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan mahasiswa, membangun kesadaran kolektif terhadap isu-isu strategis pendidikan, serta mendorong terciptanya ruang-ruang intelektual yang bebas dari dominasi kepentingan pragmatis. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya institusi dalam mendukung pengembangan soft skills mahasiswa, seperti kepemimpinan, komunikasi, berpikir kritis, dan kemampuan advokasi sosial.
Adapun manfaat dari kegiatan ini antara lain meningkatnya kualitas kepemimpinan mahasiswa yang berbasis nilai, terbentuknya kesadaran kritis terhadap problematika pendidikan, serta lahirnya gerakan mahasiswa yang berorientasi pada pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini sekaligus mencerminkan komitmen UNSIQ dalam mewujudkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakar pada nilai-nilai Al-Qur’an dan tradisi keislaman yang moderat.
Dengan dilantiknya kepengurusan BEM UNSIQ periode 2025–2026, diharapkan lahir generasi mahasiswa yang mampu menjadi motor penggerak perubahan, menjaga integritas akademik, serta menghadirkan alternatif pemikiran dalam menghadapi arus komersialisasi pendidikan, melalui pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai Aswaja, budaya lokal, dan semangat keilmuan yang berkelanjutan.

